Share is caring
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Nomor 112 dikenal sebagai nomor kontak jika terjadi keadaan darurat. Tapi angka tersebut juga punya makna bagi gerakan penghapusan kekerasan terhadap anak. Tapi kami membacanya bukan sebagai satu satu dua, melainkan satu dua belas. Maksudnya adalah meluangkan waktu selama satu menit pada pukul dua belas siang, setiap hari Senin, untuk berdoa bagi penghapusan kekerasan terhadap anak. Kami menyebutnya sebagai Aksi Doa 112 Untuk Anak Indonesia.

Mengapa perlu meluangkan waktu untuk berdoa?

Agama atau kepercayaan apapun mengajarkan kita tentang pentingnya berdoa. Doa mendekatkan kita kepada Tuhan, dan membantu kita untuk fokus kepada tujuan mulia perjuangan penghapusan kekerasan terhadap anak. Doa juga membantu kita mengambil waktu tenang untuk merenungi situasi kekerasan terhadap anak, dan upaya apa yang bisa kita lakukan untuk menanggulanginya. Doa mengingatkan kita untuk tidak melakukan kekerasan terhadap anak.

Kapan dan di mana kita berdoa?

Kami mengajak anda meluangkan waktu setidaknya satu menit pada pukul 12 siang setiap hari Senin untuk berdoa bagi penghapusan kekerasan terhadap anak. Anda bisa berdoa di tempat anda berada. Pastikan saat berdoa, anda tidak mengganggu kegiatan. orang atau masyarakat lain.

Apa topik doa-nya?

Topik-topik besar penghapusan kekerasan terhadap anak: kekerasan seksual terhadap anak, kekerasan fisik – hukuman fisik terhadap anak, ancaman kekerasan online baik itu seksual ataupun bullying (perundungan), kekerasan verbal terhadap anak dan bentuk-bentuk kekerasan lain seperti eksploitasi, penelantaran dan sejenisnya.

Mengapa memilih angka 112?

Angka tersebut dipilih karena terkait pemilihan waktu doa, dan di Wahana Visi Indonesia, jam doa untuk PKTA dilakukan setiap hari Senin pukul 12 siang. Kami juga sepakat bahwa setidaknya kita meluangkan waktu satu menit, sehingga angkanya menjadi satu dua belas, atau dalam angka menjadi 112. Angka 112 juga menjadi angka nomor telpon darurat dan kami merasa situasi kedaruratan itu tengah melanda anak Indonesia, yang kerap menjadi korban kekerasan. Namun nama kegiatan ini bukanlah semata 112, melainkan: Aksi Doa 112 Untuk Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak.