Share is caring
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Anak Nasional yang diperingati setiap tanggal 23 Juli. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Maluku Utara yang beranggotakan perwakilan 6 agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia (Islam, Kristen, Katolik, Budha, Hindu dan Konghucu) menggelar acara Festival Anak Dalam Keberagaman yang dilaksanakan pada tanggal 25 Agustus 2018, di Front Oranje Kota Ternate.

Mengusung tema Perdamaian dan Penghapusan Kekerasan Terhadap anak, festival ini menampilkan berbagai macam seni budaya agama dari anak-anak lintas sekolah dan komunitas yang ada di Kota Ternate. “Kami sangat mendukung pelaksanaan kegiatan ini, karena membekali anak-anak untuk dapat menghargai perbedaan yang ada, untuk perwujudan kesatuan dan perdamaian. Menanamkan nilai agama kepada anak-anak sejak dini menjadi penting, agar mereka bisa saling menghargai. ” ujar Halil Umar selaku Penasihat Majelis Haddratannabi.

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya mengingatkan kembali kepada kita semua, bahwa keberagaman di Maluku Utara khususnya di Kota Ternate, tidak menjadi halangan untuk bersama-sama mempersiapkan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa Indonesia.” ujar Ketut Wiyarta, FKUB Maluku Utara . Dalam kegiatan ini juga turut hadir Ibu Yohana Yembise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Bapak Abdul Ghani Kasuba, Gubernur Maluku Utara, dan juga Walikota Ternate serta perwakilan tokoh agama dalam FKUB.

Isu perdamaian yang diangkat dalam kegiatan ini, diharapkan menjadi pondasi dalam upaya penghapusan kekerasan terhadap anak. “Hari Anak Nasional merupakan momentum yang baik untuk mengingatkan kita dalam mempersiapkan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Komitmen setiap pihak diperlukan untuk menjamin kesejahteraan anak-anak, sekaligus memastikan anak-anak tumbuh terbebas dari segala bentuk kekerasan.” ujar Charles Frans, Area Program Manager Wilyah Ternate Wahana Visi Indonesia.

Dalam acara ini jajaran pemerintah provinsi, pemerintah kota, seluruh organisasi kemasyarakatan dan keagamaan melakukan deklarasi bersama menyatakan komitmen hidup dalam keberagaman untuk perlindungan anak. Acara yang diprakarsai oleh FKUB Maluku Utara dan Wahana Visi Indonesia ini juga didukung oleh berbagai organisasi masyarakat, diantaranya Daur Mala dan Rorano, organisasi keagamaan serta sekolah-sekolah.