Share is caring
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tagar #DimulaiDariSaya jadi simbol gerakan menghapus kekerasan terhadap anak. Wahana Visi Indonesia bersama dengan Binus University, Qlue dan Do Something Indonesia mendukung kampanye Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak (PKTA) lewat pelaksanaan XY Generation Inspirational Talk.

“Terdapat 22.109 kasus perlindungan anak di Indonesia pada rentang waktu 2011-2016. Anak-anak mengalami kekerasan di berbagai tempat. Seperti di rumah, di dalam keluarga, sekolah bahkan di lingkungan mereka. Kekerasan dialami anak juga bervariasi, seperti pukulan, perundungan (bully), pendisiplinan dengan kekerasan, kekerasan seksual bahkan terbunuh. Dampak ditimbulkan bukan hanya merugikan anak-anak saat ini, tapi juga di masa yang akan datang. Sebagai lembaga pendidikan, Binus University mendukung komitmen pemerintah melalui kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghapuskan segala bentuk kekerasan kepada anak,” ujar Maria Anggia selaku Head of Communication Department Binus University.

Berdasarkan Global Report 2017 Ending Violence in Childhood, tercatat 73,7% anak di Indonesia berusia 1-14 tahun mengalami pendisiplinan dengan kekerasan di rumah mereka, sedangkan 50% anak berusia 13-15 tahun mengalami perundungan (bullying) di sekolah mereka.

Tagar DimulaiDariSaya
“Kekerasan terhadap anak bisa dihapuskan. Sebagai lembaga yang fokus pada kesejahteraan anak, Wahana Visi Indonesia melihat bahwa ini bukan hanya tugas pemerintah ataupun orang tua, tapi ini adalah tugas kita semua untuk menghapuskan kekerasan terhadap anak. Untuk itu bersama dengan Binus University, Qlue, Do Something Indonesia lewat tagar #DimulaiDariSaya mengusung kampanye Penghapusan Kekerasan Terhadap Anak (PKTA) yang akan kita jalankan hingga lima tahun ke depan, Kami mengajak semua pihak untuk sadar dan mengambil langkah mengusung penghapusan kekerasan terhadap anak,” tutur Emmy Lucy, Koordinator Perlindungan Anak Wahana Visi Indonesia.

Kolaborasi ini terjadi sebagai bentuk komitmen dari masing-masing pihak dalam mendukung upaya pemerintah Indonesia untuk menghapuskan kekerasan terhadap anak. Sejak tahun 2016 Indonesia menyatakan diri sebagai salah satu negara pelopor penghapusan kekerasan terhadap anak, bersama dengan 3 negara lain yaitu Tanzania, Swedia dan Meksiko.

“Berbasis aplikasi Qlue, salah satu kegiatan yang kami lakukan bersama adalah mengedukasi masyarakat untuk dapat melakukan pelaporan melalui label survey issue apabila mengetahui kejadian kekerasan terhadap anak yang tinggal dan berada di jalanan. Laporan yang terkumpul ini akan dijadikan peta persebaran permasalahan kekerasan terhadap anak di DKI Jakarta, untuk mengetahui persebaran kejadian kekerasan terhadap anak di Jakarta,” jelas Ibrahim, Community Lead Qlue.

Aksi lapangan
Guna memperkuat semangat XY Generation Inspirational Talk, kolaborator kampanye PKTA juga telah melakukan aksi #DimulaiDariSaya On The Street pada 24 Juni 2018 lalu. Pada aksi ini kolaborator langsung turun ke jalan dan mengobservasi fenomena kekerasan terhadap anak. Hal ini dilakukan pada 2 titik keramaian di DKI Jakarta, yaitu pada kawasan kota tua Jakarta dan kawasan Tanah Abang.

Pada akhir acara, Ali (Ketua Pengurus Yayasan Bina Anak Pertiwi yang merupakan mantan anak jalanan) berdiskusi dengan peserta aksi mengenai latar belakang permasalahan anak jalanan di DKI Jakarta. Diskusi tersebut diharapkan dapat meningkatkan animo pelapor untuk turut memetakan permasalahan anak jalanan di DKI Jakarta dan meningkatkan kualitas pelaporan anak jalanan pada aplikasi Qlue.

Pelaksanaan XY Generation Inspirational Talk, yang dilakukan di Binus University juga merupakan inisiasi untuk membangun kesadaran bersama untuk PKTA. “Remaja usia 14-18 tahun seringkali tidak sadar bahwa mereka juga merupakan kelompok anak. Mereka juga banyak mengalami kekerasan fisik ataupun mental yang dilakukan oleh orang dewasa maupun teman sebaya. Melalui kampanye PKTA ini, Do Something Indonesia sebagai platform online anak muda mengajak masyarakat untuk peduli terhadap lingkungannya dan juga berani membawa perubahan. Kita perlu membangun generasi yang bebas dari tindak kekerasan agar mereka bisa berkarya sebagai penerus bangsa,” ujar Demas Ryan, Senior Program Specialist Do Something Indonesia yang bergerak di bawah naungan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB).

Ajang Campus Party
Pada acara ini akan hadir pula empat orang perwakilan forum anak dampingan Wahana Visi Indonesia di kawasan Penjaringan dan Jatinegara yang terpilih mewakili Indonesia pada ajang internasional Campus Party lewat pembuatan film anti kekerasan pada anak. Film tersebut juga akan mewarnai sesi acara pada XY Generation Inspirational Talk.

Dalam kegiatan ini, turut hadir perwakilan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Aktivis Hak Anak, dan beberapa penyintas kekerasan terhadap anak sebagai narasumber. Para undangan yang sebagian besar adalah pemuda dan mahasiswa, tidak hanya diajak untuk mendengarkan gelar wicara tapi juga bisa merasakan suasana mencekam di dalam lorong violence reality, untuk mengetahui bagaimana dampak kekerasan terhadap anak. Mari bersama kita upayakan penghapusan kekerasan terhadap anak.

Sekilas Mengenai Wahana Visi Indonesia (WVI)
Wahana Visi Indonesia (WVI) adalah yayasan sosial kemanusiaan Kristen yang bekerja untuk membuat perubahan yang berkesinambungan pada kehidupan anak, keluarga dan masyarakat yang hidup dalam kemiskinan. WVI mendedikasikan diri untuk bekerjasama dengan masyarakat yang paling rentan tanpa membedakan agama, ras, etnis dan gender. Pada Tahun Fiskal 2017-2018 ini WVI hadir di 59 titik wilayah di 13 provinsi di Indonesia melalui program pengembangan masyarakat dan program-program khusus lainnya. WVI melayani di sektor pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi dan perlindungan anak, dengan pendekatan pengembangan masyarakat jangka panjang, manajemen bencana, dan advokasi.

Sekilas Mengenai Communication Department, Binus University
Sebagai bagian dari Binus University, Communication Department telah beroperasi sejak tahun 2007 dan telah memiliki lebih dari 2.400 lulusan di bidang Public Relations dan Broadcasting. Dengan Akreditasi BAN PT A, saat ini Communication Department memiliki 4 peminatan, yaitu Corporate Communication, Brand Communication, Creative Broadcasting dan Journalism Broadcasting. Hingga saat ini employment rate pada saat wisuda mencapai 93%, dimana 63% lulusan telah bekerja di perusahaan global.

Sekilas Mengenai Qlue
Qlue merupakan platform solusi manajemen permasalahan perkotaan terkini melalui simplifikasi komunikasi antar warga dengan pemerintah.

Sekilas Mengenai Do Something Indonesia
Do Something adalah salah satu gerakan sosial terbesar di dunia yang ditujukan bagi anak muda. Organisasi internasional yang telah memiliki 5 juta++ anggota ini, memiliki program afiliasi di beberapa negara di dunia, dan salah satunya adalah Indonesia. Do Something Indonesia yang bergerak di bawah naungan YCAB Foundation, merupakan ruang bagi kalian, anak muda Indonesia yang peduli, untuk melakukan perubahan sosial melalui beragam topik dan aksi, mulai dari lingkungan, kekerasan, edukasi, kemiskinan, dan lainnya.